Tag Archives: Nasihat

Orang-orang yang terbelenggu hatinya

Tema: Ceramah singkat: orang-orang yang terbelenggu hatinya
Narasumber: Abdullah Taslim

Sebab utama manusia terhalang dari segala kebaikan dan terkungkung dalam kesalahan  dan keburukan adalah karena mereka tidak mengenal allah dengan sebenarnya dan karena mereka selalu mengikuti hawa nafsu.
Simak kajian singkat berikut ini bersama ustad abdullah taslim.

Sumber: Yufid.tv

Al-Quran atau Adzan sebagai Ringtone

Oleh: Syaikh Shalih Al Fauzan

Pertanyaan:
Apa pendapat Anda tentang penggunaan adzan atau qiraat Al-Quran sebagai nada dering handphone untuk menggantikan ring tone musik?

Jawab:
Ini merendahkan azan, dzikir serta Al-Quranul Karim. Jangan pergunakan ini sebagai ring tone. Tidak boleh mempergunakan bacaan Al-Quran sebagai ring tone.

Ada yang berkata, “Ini lebih baik daripada musik!” Baiklah, tentang ring tone musik, apakah Anda terpaksa menggunakannya? Tinggalkan musik, dan pilihlah ringtone yang tidak ada musiknya dan tidak menggunakan Al-Quran. Ring tone standar saja.

Dari kaset berjudul ” لقاء مفتوح مع الشيخ العلاّمة صالح بن فوزان الفوزان – حفظه الله- ” tertanggal 23101426 H.

Diterjemahkan dari http://www.sahab.net/forums/showthread.php?threadid=344588

 

Sumber: ulamasunnah.wordpress.com

Luruskan dengan Cara yang Lurus

Ceramah Agama Islam: Luruskan dengan Cara yang Lurus
Video kajian islam ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Video pengajian islam ini menjelaskan tentang etika amar ma’ruf nahi munkar yang harus dipraktekkan bagi siapa saja yang ingin mengajak orang lain kepada kebaikan ataupun mencegah dari kemungkaran. Selamat menyaksikan

Sumber: Yufid.tv

Belajar dari Pengalaman Arab Saudi dalam Menumpas Terorisme

Pengantar

Setan memiliki dua pintu masuk untuk menggoda dan menyesatkan manusia. Jika seseorang banyak melanggar dan berbuat maksiat, setan akan menghiasi maksiat dan nafsu syahwat untuk orang tersebut agar tetap jauh dari ketaatan. Sebaliknya jika seorang hamba taat dan rajin ibadah, setan akan membuatnya berlebihan dalam ketaatan, seh

ingga merusak agamanya dari sisi ini. Para ulama menyebut godaan jenis pertama sebagai syahwat, dan yang kedua sebagai syubhat. Meski berbeda, keduanya saling berkaitan. Syahwat biasanya dilandasi oleh syubhat, dan syubhat bisa tersemai dengan subur di ladang syahwat. (1)

Masing-masing dari dua penyakit ini membutuhkan cara penanganan khusus. Ibnul Qayyim mengatakan: “Godaan syubhat ditangkis dengan keyakinan (baca: ilmu), dan godaan syahwat ditangkis dengan kesabaran.”(2) Untuk menekan penyakit syahwat seperti zina, mabuk, pencurian, dan perampokan, agama Islam mensyariatkan hudud, berupa hukuman-hukuman fisik semacam cambuk, rajam dan potong tangan. Islam tidak mensyariatkan hudud untuk penyakit syubhat seperti berbagai bid’ah dan pemikiran menyimpang, karena syubhat tidak mudah disembuhkan dengan hudud, tapi lebih bisa diselesaikan dengan penjelasan dan ilmu. Meski demikian, kadang-kadang juga diperlukan hukuman fisik untuk menyembuhkan penyakit syubhat.

Mengikis syubhat dan berdiskusi dengan pemiliknya telah dilakukan oleh para ulama sejak zaman dahulu. Kadang-kadang mereka melakukannya dengan menulis surat, risalah, atau kitab dan kadang-kadang dengan berdialog langsung . Di samping melindungi umat dari syubhat yang ada, hal tersebut juga dimaksudkan untuk menasehati pemilik syubhat agar bisa kembali ke jalan yang benar. Read more of this post

Kupotret Rindu yang Tak Bertunas

Harus jujur kuakui, sulit bagiku tuk definisikan kata rindu. Namun kuserahkan saja jemariku menari untuk menyulam beberapa kalimat agar mengungkapkan apa yang kuketahui tentang rinduitu sendiri.

Siapapun berhak memberikan pandangan tentang rindu. Aku berpikir, kata rindu itu sendiri bersifat umum. Dan akan benar-benar bermakna serta bersifat khusus sekiranya disertai obyek yang dirindu. Obyek tersebut bisa nyata ataupun abstrak tergantung subyek atau sosok yang sedang merindu.

Tak salah pula sekiranya kututurkan bahwa rindu adalah sebuah kata kerja bagi hati. Ia bukanlah kata kerja bagi anggota badan yang walaupun anggota badan kerap kali tergerak untuk melakukan sesuatu sebagai respon dari rindu itu sendiri..

Rasanya sulit jua bagiku memandang rindu sebagai sebuah “penyakit”. Namun begitu, tak mudah pula kupandang rindu sebagai reaksi jiwa yang “sehat”. Bagaimana tak kuucap demikian, cobalah engkau rasakan atau bisa jadi detik ini sedang engkau rasakan letupan-letupan rindu yang bergejolak.

Percikan Rindu Di Sudut Hati
Awalnya, rindu mungkin masih tak “liar” dan sedang terlelap nyenyak di sudut ruang hati. Seiring detik berdetak, pemiliknya sering tak tersadar, angin sejuk dari manakah yang jadikan rindu itu terbangun. Tak pula diketahui, mimpi manakah yang jadikan rindu itu tiba-tiba terjaga. Read more of this post

Setanpun Menyesal Menggodanya – Nasihat untuk Hati

Ada orang sholeh yang masuk neraka dikarenakan amalnya. Dan sebaliknya ada orang yang bermaksiat akan tetapi bisa masuk surga. Bagaimanakah ini? simak penjelasannya dengan menonton video ceramah yang menarik ini.

Ceramah oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. (lulusan Hadits Islamic University of Medina, Saudi Arabia)

Sumber: Youtube.com