Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) Se-Nusantara

Insya Allah akan diselenggarakan MUSABAQOH HIFDZIL QUR’AN (MHQ) Se-Nusantara

Kegiatan ini merupakan salah satu program dalam acara ”Islamic Education & Media Expo “

Tempat :
Museum Penerangan Taman Mini Indonesia Indah

Waktu :
Sabtu dan Ahad / 15 dan 16 Desember 2012

Pendaftaran :
19 November 2012 s.d 07 Desember 2012

Kategori lomba :
1. Tingkat SD/MI dan sederajat :
kategori 2 juz (juz 29 dan juz 30)
2. Tingkat SMP/MTs dan sederajat :
kategori 3 Juz (juz 28,29 dan 30)
3. Tingkat SMA/MA dan sederajat :
kategori 5 juz (28, 29, 30, 1 dan 2) Read more of this post

Jangan Mengeluh di Facebook

Tema: Jangan Mengeluh di Facebook
Narasumber: Bung Rayyan

Video ceramah pendek bersama Bung Rayyan tentang nasihat agar kita jangan mengeluh kepada makhluk, apalagi di jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, atau lainnya. Adukanlah semua permasalahan yang engkau hadapi hanya kepada Allah. Selain itu diceritakan pula tentang kisah menarik seorang ulama tentang tema video yang sedang kita bahas ini, selamat menyaksikan.

Sumber: Yufid.tv

Belajar dari Pengalaman Arab Saudi dalam Menumpas Terorisme

Pengantar

Setan memiliki dua pintu masuk untuk menggoda dan menyesatkan manusia. Jika seseorang banyak melanggar dan berbuat maksiat, setan akan menghiasi maksiat dan nafsu syahwat untuk orang tersebut agar tetap jauh dari ketaatan. Sebaliknya jika seorang hamba taat dan rajin ibadah, setan akan membuatnya berlebihan dalam ketaatan, seh

ingga merusak agamanya dari sisi ini. Para ulama menyebut godaan jenis pertama sebagai syahwat, dan yang kedua sebagai syubhat. Meski berbeda, keduanya saling berkaitan. Syahwat biasanya dilandasi oleh syubhat, dan syubhat bisa tersemai dengan subur di ladang syahwat. (1)

Masing-masing dari dua penyakit ini membutuhkan cara penanganan khusus. Ibnul Qayyim mengatakan: “Godaan syubhat ditangkis dengan keyakinan (baca: ilmu), dan godaan syahwat ditangkis dengan kesabaran.”(2) Untuk menekan penyakit syahwat seperti zina, mabuk, pencurian, dan perampokan, agama Islam mensyariatkan hudud, berupa hukuman-hukuman fisik semacam cambuk, rajam dan potong tangan. Islam tidak mensyariatkan hudud untuk penyakit syubhat seperti berbagai bid’ah dan pemikiran menyimpang, karena syubhat tidak mudah disembuhkan dengan hudud, tapi lebih bisa diselesaikan dengan penjelasan dan ilmu. Meski demikian, kadang-kadang juga diperlukan hukuman fisik untuk menyembuhkan penyakit syubhat.

Mengikis syubhat dan berdiskusi dengan pemiliknya telah dilakukan oleh para ulama sejak zaman dahulu. Kadang-kadang mereka melakukannya dengan menulis surat, risalah, atau kitab dan kadang-kadang dengan berdialog langsung . Di samping melindungi umat dari syubhat yang ada, hal tersebut juga dimaksudkan untuk menasehati pemilik syubhat agar bisa kembali ke jalan yang benar. Read more of this post

Doa Awal dan Akhir Tahun dalam Islam

Pertanyaan: Ustadz, apakah ada doa khusus untuyk dibaca di akhir tahun dan di awal tahun hijriyah. Mohon pencerahannya, terikamash, wassalam.

Saksikan jawaban dan penjelasan atas pertanyaan tersebut pada video Konsultasi Syariah bersama Ustadz Aris Munandar, M.P.I berikut, semoga bermanfaat.

Sumber: Yufid.tv

Berbicara Tentang Cinta

Cinta adalah lima huruf yang membentuk sebuah kata. Jika disebutkan maka akan terbayangkan sesuatu yang indah, glamor. Cinta kalau dibayangkan adalah hubungan seorang laki-laki dengan seorang wanita. Dengan cinta seseorang bisa bahagia. Tapi karena cinta juga seorang bisa menjadi gila. Cinta membutuhkan pengorbanan,dan cinta melahirkan keindahan. Berbicara tentang cinta tak ada habisnya, bagaimana sebennarnya cinta itu? Saksikan video motovasi Islami bersama Ustadz Muhammad Yassir, Lc. berikut ini, semoga bermanfaat.

Sumber: Yufid.tv

Gila Baca ala Ulama

Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,,

Kisah-kisah luar biasa ini saya dapat dari buku Gila Baca ala Ulama. Semoga bisa menambah motivasi dan semangat kita dalam menuntut ilmu. Amiin…

Ibnul Jauzi (Membaca 200.000 jilid buku)
Beliau berkata
“Aku tidak pernah kenyang membaca buku. Jika menemukan buku yang belum pernah aku lihat maka seolah-olah aku mendapatkan harta karun. Aku pernah melihat katalog buku-buku wakaf di madrasah An-Nidhamiyyah yang terdiri dari 6.000 jilid buku. Aku juga melihat katalog buku Abu Hanifah, Al-Humaidi, Abdul Wahhab bin Nashir dan yang terakhir Abu Muhammad bin Khasysyab. Aku pernah membaca 200.000 jilid buku lebih. Sampai sekarang aku masih terus mencari ilmu.”

Ibnu Aqil (Membaca dan Mengasah Ilmu)
Beliau menulis
“Tidak selayaknya aku menyia-niakan usiaku meski sesaat. Oleh karena itu apabila telah lelah lisanku dari mengulang-ngulang hafalan atau berdiskusi dan kedua mataku dari membaca maka aku maksimalkan fungsi otakku ketika beristirahat. Aku tidak akan bangkit dari tempatku hingga terpikir dalam benakku sebuah masalah yang akan aku tulis. Sungguh pada usia 80 tahun ambisiku terhadap ilmu lebih tinggi daripada saat usiaku 20 tahun.”
Beliau juga berkata
“Aku berusaha membatasi seminimal mungkin waktu makanku. Sampai-sampai aku lebih menyukai makan roti kering yang dicelupkan ke dalam air agar mudah dicerna dan dikunyah daripada harus memakan roti biasa. Hal itu kulalukan agar waktu membacaku lebih banyak sehingga bisa menulis ilmu yang belum ku ketahui.”

Ibnu Taimiyyah (Gemar menelaah dan membahas buku)
Beliau pernah bercerita
“Saya tertimpa penyakit maka dokter berkata kepadaku
‘Sesungguhnya aktivitasmu dalam menelaah dan membicarakan ilmu memperparah penyakitmu’
Saya pun berkata kepadanya
‘Saya tidak sabar melakukan hal itu. Saya akan menerangkan kepadamu dengan ilmumu. Bukankah jika jiwa itu bergembira dan bahagia maka tabiatnya akan kuat sehingga mampu menolak penyakit?’
Dokter itu menjawab,
‘Ya’
Kemudian saya berkata kepadanya,
‘Sesungguhnya jiwaku bahagia dengan ilmu sehingga menjadikannya kuat dan tentram.’
Maka dokter itu berkata
‘Jika demikian maka ini di luar pengobatan kami’.”

Imam Muhammad bin Ya’qub Fairuz Abadi
Beliau berkata
“Aku telah membeli berbagai buku seharga 50.000 misqal emas”
**1 misqal ~ 4,25 gram emas (silakan dikonversi sendiri. Jangan takjub dengan jumlahnya )

Sayyid Shalah bin Ahmad Al-Yamani
Apabila beliau bersafar lalu singgah di suatu tempat, kemah buku adalah yang pertama beliau dirikan. Setelah itu beliau akan menata buku-buku tersebut. Ketika malam tiba, beliau menghabiskan seluruh malamnya untuk mendalami ilmu, menuliskannya serta mengikrarkannya dengan nalurinya yang suci.

Ibnul Mubarak
Beliau lebih suka berdiam diri di dalam rumahnya. Karena itu seseorang bertanya kepada beliau
“Apakah engkau tidak merasa kesepian?”
Beliau menjawab dengan tegas
“Bagaimana aku merasakan kesepian sedang Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya selalu bersamaku.” Read more of this post