Category Archives: Tazkiyatun Nufus

Yang Menghalangi Antara Dirimu Dengan Taubat (Bagian 3-Selesai)

Oleh: Abdul Muhsin bin Abdur Rahman

Maka ketahuilah bahwa seorang itu mungkin saja berbuat dosa, namun ia akhirnya masuk surga karena dosanya itu. Tahukah kamu, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Yang demikian itu bisa saja terjadi karena ia melakukan sesuatu perbuatan dosa, namun ia menyesalinya, menangis karena perbuatan itu, dan ia malu terhadap Tuhannya, mendudukkan kepala di hadapan Tuhannya dengan hati yang hancur.

Dosa sedemikian inilah yang menjadikan kebahagiaan seorang hamba dan keberuntungannya, bahkan bisa jadi lebih bermanfaat dari berbagai macam kebajikan, karena taubatnya dari dosa ini telah menjadikannya masuk surga. Wahai pendamba surga, wahai orang yang takut akan siksa neraka, inilah sekelompok cerita orang yang telah bertaubat. Adakah engkau akan berjalan di
belakang mereka? Inilah sekumpulan orang-orang yang telah bertaubat, adakah hatimu bersama mereka?

Inilah orang yang memohon ampunan yang air matanya mengalir di wajah-wajah mereka. Adakah wajahmu juga basah oleh air mata yang menjadikanmu segolongan dengan mereka? Read more of this post

Advertisements

Yang Menghalangi Antara Dirimu Dengan Taubat (Bagian 2)

Oleh: Abdul Muhsin bin Abdur Rahman

Suatu hari ada seseorang datang kepada Nabi dan bertanya kepada beliau,

Bagaimana jika seseorang melakukan semua perbuatan dosa tanpa satu pun dosa yang belum pernah ia lakukan. Apakah ia masih bisa mendapat pengampunan?

Rasulullah bertanya, “Sudahkah kau masuk Islam?” Orang itu menjawab, “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan engkau adalah utusan-Nya.” Rasulullah bersabda,

Mulailah engkau mengejakan berbagai kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan, niscaya Allah akan menjadikan semua itu sebagai kebajikan bagimu.

Orang itu bertanya lagi, “Apakah segala kejahatan dari kesalahanku akan diampuni?” Beliau menjawab, “Ya!” Orang itu segera bertakbir berulang-ulang hingga ia meninggalkan Nabi. 4

Read more of this post

Yang Menghalangi Antara Dirimu Dengan Taubat (Bagian 1)

Oleh: Abdul Muhsin bin Abdur Rahman

Dalam renungan kedua ini kita akan mengkaji sebuah ayat yang apabila iblis mendengarnya, ia akan segera menangis dan menyesal. Sebuah ayat yang menyenangkan hati orang berdosa yang telah bertaubat, ajakan bagi orang yang lalai dan berlebih-lebihan agar segera berhenti dari perbuatannya itu.

Mari kita baca bersama-sama membaca ayat tersebut,

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (Ali Imran: 135-136)

Saudaraku yang tercinta, siapa di antara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Siapa di antara kita yang tidak pernah bersalah terhadap Tuhannya? Dan apakah engkau mengira, kesalahan-kesalahan kita hanya kita sendiri yang melakukannya dan belum pernah dilakukan orang lain? Read more of this post

Mandi 5 Kali Sehari

Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Siapakah di antara kita yang mandi lima kali dalam sehari? Saya pikir, orang paling bersih pun, maksimal mandi tiga kali dalam sehari. Mengapa rata-rata dari kita, membutuhkan mandi hanya dua kali dalam sehari? Sebab jumlah itu telah cukup untuk membersihkan daki kotoran di tubuh kita. Namun, bagaimana halnya jika kotoran yang ada tidak bisa dibersihkan kecuali dengan mandi lima kali sehari?! Tentunya, mau tidak mau, kita harus melakoninya. Ini bagi mereka yang peduli dengan kebersihan dirinya. Adapun yang tidak, ya akan tetap merasa nyaman dengan kotoran tebal tersebut.

Ngomong-ngomong, adakah kotoran yang tidak bisa dibersihkan kecuali dengan ‘mandi’ lima kali dalam sehari? Ada! Yaitu: dosa-dosa kita! Cara membersihkannya dengan shalat lima kali dalam sehari.

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟” قَالُوا: “لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ” قَالَ: “فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا”


“Jika ada seorang yang mandi di sungai depan rumahnya lima kali setiap harinya, menurut kalian apakah akan tersisa kotoran di tubuhnya?”.
Para sahabat menjawab, “Tidak tersisa sedikitpun!”. Beliau menimpali, “Itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah akan menghapuskan dosa-dosa”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Read more of this post

MENITI JALAN KECINTAAN ALLAH, SEBUAH CATATAN SINGKAT DARI ISTIQLAL

Sebuah catatan singkat dari Istiqlal

Oleh  : Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad.

Bismillah,

Berikut ini adalah ringkasan dari materi ilmu yang dibawakan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad al Badr, yang dalam kajian muhadhoroh beliau kemarin, diterjemahkan oleh Ust. Abdullah Taslim.

Berikut adalah poin-poin dalam kajian syaikh hafizhahullah tersebut :

1.  Memberikan perhatian yg serius terhadap Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya.

“Apakah mereka tidak mentadabburi Al Quran? Sekiranya Al Quran itu tidak datang dari sisi Allah, maka tentulah mereka temukan banyak pertentangan di dalamnya.”

2.  Mengenal asma2 Allah yang husna (baik) dan shifatnya yang tinggi/mulia.

Dan Allah memiliki nama2 yang indah, maka berdoalah dengan nama2 itu.

Orang yang paling mengenal Allah, maka dialah yang paling besar rasa takutnya pada Allah, dan paling jauh dr perbuatan maksiat.

“Sesungguhnya orang2 yang takut kepada Allah itu hanyalah orang2 yang berilmu.”

3. Senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dan banyak berdoa padaNya, dan bersungguh2 meminta pada Nya.

Allah ta’ala berfirman :

“Dan jika hambaKu bertanya padamu tentangKu, maka katakanlah bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan doa mereka jika mereka berdoa.” (QS Al Baqarah 185)

Dan doa yg diajarkan:

“Ya Allah aku memohon padaMu, kecintaan padaMu, kecintaan pada orang yang mencintaiMu, dan kecintaan pada amal yang mendekatkan diri pada kecintaanMu.”

“Ya Allah sesungguhnya aku menzhalimi diriku dengan kezhaliman yg besar, maka ampuni aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Read more of this post