Category Archives: Renungan

Berbicara Tentang Cinta

Cinta adalah lima huruf yang membentuk sebuah kata. Jika disebutkan maka akan terbayangkan sesuatu yang indah, glamor. Cinta kalau dibayangkan adalah hubungan seorang laki-laki dengan seorang wanita. Dengan cinta seseorang bisa bahagia. Tapi karena cinta juga seorang bisa menjadi gila. Cinta membutuhkan pengorbanan,dan cinta melahirkan keindahan. Berbicara tentang cinta tak ada habisnya, bagaimana sebennarnya cinta itu? Saksikan video motovasi Islami bersama Ustadz Muhammad Yassir, Lc. berikut ini, semoga bermanfaat.

Sumber: Yufid.tv

Advertisements

Gila Baca ala Ulama

Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,,

Kisah-kisah luar biasa ini saya dapat dari buku Gila Baca ala Ulama. Semoga bisa menambah motivasi dan semangat kita dalam menuntut ilmu. Amiin…

Ibnul Jauzi (Membaca 200.000 jilid buku)
Beliau berkata
“Aku tidak pernah kenyang membaca buku. Jika menemukan buku yang belum pernah aku lihat maka seolah-olah aku mendapatkan harta karun. Aku pernah melihat katalog buku-buku wakaf di madrasah An-Nidhamiyyah yang terdiri dari 6.000 jilid buku. Aku juga melihat katalog buku Abu Hanifah, Al-Humaidi, Abdul Wahhab bin Nashir dan yang terakhir Abu Muhammad bin Khasysyab. Aku pernah membaca 200.000 jilid buku lebih. Sampai sekarang aku masih terus mencari ilmu.”

Ibnu Aqil (Membaca dan Mengasah Ilmu)
Beliau menulis
“Tidak selayaknya aku menyia-niakan usiaku meski sesaat. Oleh karena itu apabila telah lelah lisanku dari mengulang-ngulang hafalan atau berdiskusi dan kedua mataku dari membaca maka aku maksimalkan fungsi otakku ketika beristirahat. Aku tidak akan bangkit dari tempatku hingga terpikir dalam benakku sebuah masalah yang akan aku tulis. Sungguh pada usia 80 tahun ambisiku terhadap ilmu lebih tinggi daripada saat usiaku 20 tahun.”
Beliau juga berkata
“Aku berusaha membatasi seminimal mungkin waktu makanku. Sampai-sampai aku lebih menyukai makan roti kering yang dicelupkan ke dalam air agar mudah dicerna dan dikunyah daripada harus memakan roti biasa. Hal itu kulalukan agar waktu membacaku lebih banyak sehingga bisa menulis ilmu yang belum ku ketahui.”

Ibnu Taimiyyah (Gemar menelaah dan membahas buku)
Beliau pernah bercerita
“Saya tertimpa penyakit maka dokter berkata kepadaku
‘Sesungguhnya aktivitasmu dalam menelaah dan membicarakan ilmu memperparah penyakitmu’
Saya pun berkata kepadanya
‘Saya tidak sabar melakukan hal itu. Saya akan menerangkan kepadamu dengan ilmumu. Bukankah jika jiwa itu bergembira dan bahagia maka tabiatnya akan kuat sehingga mampu menolak penyakit?’
Dokter itu menjawab,
‘Ya’
Kemudian saya berkata kepadanya,
‘Sesungguhnya jiwaku bahagia dengan ilmu sehingga menjadikannya kuat dan tentram.’
Maka dokter itu berkata
‘Jika demikian maka ini di luar pengobatan kami’.”

Imam Muhammad bin Ya’qub Fairuz Abadi
Beliau berkata
“Aku telah membeli berbagai buku seharga 50.000 misqal emas”
**1 misqal ~ 4,25 gram emas (silakan dikonversi sendiri. Jangan takjub dengan jumlahnya )

Sayyid Shalah bin Ahmad Al-Yamani
Apabila beliau bersafar lalu singgah di suatu tempat, kemah buku adalah yang pertama beliau dirikan. Setelah itu beliau akan menata buku-buku tersebut. Ketika malam tiba, beliau menghabiskan seluruh malamnya untuk mendalami ilmu, menuliskannya serta mengikrarkannya dengan nalurinya yang suci.

Ibnul Mubarak
Beliau lebih suka berdiam diri di dalam rumahnya. Karena itu seseorang bertanya kepada beliau
“Apakah engkau tidak merasa kesepian?”
Beliau menjawab dengan tegas
“Bagaimana aku merasakan kesepian sedang Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya selalu bersamaku.” Read more of this post

Mawarku di Hari Esok

Perkenankan kami mengirim senyuman cita-cita yang kami mekarkan dari kejauhan kota kami. Senyuman cita-cita ini benar-benar bersemi seiring meredanya hujan sore tadi saat dedaunan muda mulai hijau melebat di dahan-dahan pohon flamboyan.

Menulis catatan akhir pekan bagian kedua ini, selanjutnya, perkenankanlah pula kami mengutip sebuah permintaan agung yang terlontar dari lisan seorang wanita. Ia begitu mengharapkan dentuman risalah langit yang akan menyuburkan kabahagiaan di taman hatinya. Tak hanya itu, dari permintaannya tersebut, ada beberapa mutiara yang bisa menjadi penabur hikmah bagi mereka (para wanita) di zaman ini.

Rekaman permintaan ini kami temukan dalam kitab Li An-Nisa’i Ahkamun wa Adabunkarya syaikh Muhammad bin Syakir Asy-Syarif. Kitab ini menghidangkan 43 hadits tentang wanita beserta uraiannya.

Abu Hurairah bercerita bahwa kaum wanita mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Mereka berkata, ”wahai Rasulullah, kami tak bisa mengikuti majelismu karena banyak kaum lelaki. Berikanlah satu hari bagi kami untuk bermajelis dengan engkau.” Mendengar permintaan tersebut, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam setuju dan kemudian bertutur, “tempat kalian di kediaman fulan.” Mereka pun datang pada hari dan tempat yang dijanjikan.[1] Read more of this post

Kupotret Rindu yang Tak Bertunas

Harus jujur kuakui, sulit bagiku tuk definisikan kata rindu. Namun kuserahkan saja jemariku menari untuk menyulam beberapa kalimat agar mengungkapkan apa yang kuketahui tentang rinduitu sendiri.

Siapapun berhak memberikan pandangan tentang rindu. Aku berpikir, kata rindu itu sendiri bersifat umum. Dan akan benar-benar bermakna serta bersifat khusus sekiranya disertai obyek yang dirindu. Obyek tersebut bisa nyata ataupun abstrak tergantung subyek atau sosok yang sedang merindu.

Tak salah pula sekiranya kututurkan bahwa rindu adalah sebuah kata kerja bagi hati. Ia bukanlah kata kerja bagi anggota badan yang walaupun anggota badan kerap kali tergerak untuk melakukan sesuatu sebagai respon dari rindu itu sendiri..

Rasanya sulit jua bagiku memandang rindu sebagai sebuah “penyakit”. Namun begitu, tak mudah pula kupandang rindu sebagai reaksi jiwa yang “sehat”. Bagaimana tak kuucap demikian, cobalah engkau rasakan atau bisa jadi detik ini sedang engkau rasakan letupan-letupan rindu yang bergejolak.

Percikan Rindu Di Sudut Hati
Awalnya, rindu mungkin masih tak “liar” dan sedang terlelap nyenyak di sudut ruang hati. Seiring detik berdetak, pemiliknya sering tak tersadar, angin sejuk dari manakah yang jadikan rindu itu terbangun. Tak pula diketahui, mimpi manakah yang jadikan rindu itu tiba-tiba terjaga. Read more of this post

Aku Mencintainya

Oleh: Ustadz Abu Zubair Hawaary

KUAKUI BAHWA AKU MENCINTAINYA …

Ya, aku memang mencintainya. Aku mencintainya mengalahkan cinta seseorang kepada kekasihnya. Bahkan manakah cinta orang-orang yang jatuh cinta dibanding cintaku ini?!

Ya, aku mencintainya. Bahkan demi Allah, aku merindukannya. Aku merasakan sentuhannya yang lembut, menyentuh relung hatiku. Aku tidak mendengarnya melainkan rinduku seakan terbang ke langit, lalu hatiku menari-nari dan jiwaku menjadi tentram.

Aku mecintaimu duhai perkataan yang baik

Aku mencintaimu duhai perkataan yang lembut

Aku mencintaimu duhai perkataan yang santun.

Alangkah indahnya ketika seorang anak mencium tangan ibunya seraya berkata, “Semoga Allah menjagamu ibu”. Read more of this post

Kan Kucintakan Engkau dengan Lelaki Penuh Pesona Itu

>>Cintailah lelaki ini melebihi cintaku padamu dan akupun mencintainya melebihi cintaku padamu.
Inginku mengajak Anda memperkenalkan seorang laki-laki yang didamba surga. Dialah laki-laki yang ditinggalkan orang tuanya semenjak balita. Dialah lelaki padang pasir yang memiliki keistimewaan dan kesempurnaan yang sulit kutorehkan dengan kata-kata. Namun begitu, kuusahakan untaian kata-kataku ini mewakili ucapan-ucapan mereka yang pernah melihatnya, bersamanya dalam suka dan duka, mendengar tutur katanya sekaligus menyaksikan sosoknya yang begitu berbekas dalam jiwa.

Duh, tak sabar lagi pena ini menari untuk kawan dan memang untuk kawanlah kupersembahkan tentangnya..

>>Binar Indah Matanya
Lebar dan hitam kedua matanya nan berkelopak panjang. Bulu matanya amat letik menawan. Alisnya melengkung rapi bak bulan sabit Read more of this post