Category Archives: Kisah

Gila Baca ala Ulama

Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,,

Kisah-kisah luar biasa ini saya dapat dari buku Gila Baca ala Ulama. Semoga bisa menambah motivasi dan semangat kita dalam menuntut ilmu. Amiin…

Ibnul Jauzi (Membaca 200.000 jilid buku)
Beliau berkata
“Aku tidak pernah kenyang membaca buku. Jika menemukan buku yang belum pernah aku lihat maka seolah-olah aku mendapatkan harta karun. Aku pernah melihat katalog buku-buku wakaf di madrasah An-Nidhamiyyah yang terdiri dari 6.000 jilid buku. Aku juga melihat katalog buku Abu Hanifah, Al-Humaidi, Abdul Wahhab bin Nashir dan yang terakhir Abu Muhammad bin Khasysyab. Aku pernah membaca 200.000 jilid buku lebih. Sampai sekarang aku masih terus mencari ilmu.”

Ibnu Aqil (Membaca dan Mengasah Ilmu)
Beliau menulis
“Tidak selayaknya aku menyia-niakan usiaku meski sesaat. Oleh karena itu apabila telah lelah lisanku dari mengulang-ngulang hafalan atau berdiskusi dan kedua mataku dari membaca maka aku maksimalkan fungsi otakku ketika beristirahat. Aku tidak akan bangkit dari tempatku hingga terpikir dalam benakku sebuah masalah yang akan aku tulis. Sungguh pada usia 80 tahun ambisiku terhadap ilmu lebih tinggi daripada saat usiaku 20 tahun.”
Beliau juga berkata
“Aku berusaha membatasi seminimal mungkin waktu makanku. Sampai-sampai aku lebih menyukai makan roti kering yang dicelupkan ke dalam air agar mudah dicerna dan dikunyah daripada harus memakan roti biasa. Hal itu kulalukan agar waktu membacaku lebih banyak sehingga bisa menulis ilmu yang belum ku ketahui.”

Ibnu Taimiyyah (Gemar menelaah dan membahas buku)
Beliau pernah bercerita
“Saya tertimpa penyakit maka dokter berkata kepadaku
‘Sesungguhnya aktivitasmu dalam menelaah dan membicarakan ilmu memperparah penyakitmu’
Saya pun berkata kepadanya
‘Saya tidak sabar melakukan hal itu. Saya akan menerangkan kepadamu dengan ilmumu. Bukankah jika jiwa itu bergembira dan bahagia maka tabiatnya akan kuat sehingga mampu menolak penyakit?’
Dokter itu menjawab,
‘Ya’
Kemudian saya berkata kepadanya,
‘Sesungguhnya jiwaku bahagia dengan ilmu sehingga menjadikannya kuat dan tentram.’
Maka dokter itu berkata
‘Jika demikian maka ini di luar pengobatan kami’.”

Imam Muhammad bin Ya’qub Fairuz Abadi
Beliau berkata
“Aku telah membeli berbagai buku seharga 50.000 misqal emas”
**1 misqal ~ 4,25 gram emas (silakan dikonversi sendiri. Jangan takjub dengan jumlahnya )

Sayyid Shalah bin Ahmad Al-Yamani
Apabila beliau bersafar lalu singgah di suatu tempat, kemah buku adalah yang pertama beliau dirikan. Setelah itu beliau akan menata buku-buku tersebut. Ketika malam tiba, beliau menghabiskan seluruh malamnya untuk mendalami ilmu, menuliskannya serta mengikrarkannya dengan nalurinya yang suci.

Ibnul Mubarak
Beliau lebih suka berdiam diri di dalam rumahnya. Karena itu seseorang bertanya kepada beliau
“Apakah engkau tidak merasa kesepian?”
Beliau menjawab dengan tegas
“Bagaimana aku merasakan kesepian sedang Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya selalu bersamaku.” Read more of this post

Advertisements

Syaikh Al-Albani Naik Sepeda

Syaikh al-Albani -rahimahullah- bercerita:

“Setelah aku membeli sebidang tanah di luar kota, karena harga tanah di sana murah, aku langsung membangun sebuah rumah lengkap dengan toko. Setelah semuanya beres, aku baru sadar bahwa jarak antara rumahku dengan perpustakaan azh-Zhahiriyyah yang sering aku kunjungi lumayan jauh. Dahulu aku bekerja satu atau dua jam di tokoku sebelum perpustakaan itu dibuka.

Kemudian aku membeli sebuah sepeda, sementara itu baru pertama kali penduduk kota Damaskus menyaksikan pemandangan langka seperti ini, yakni seorang Syaikh bersorban naik sepeda. Wajar saja mereka langsung heran dengan pemandangan ini. Dan pada waktu itu juga ada sebuah majalah yang bernama al-Mudhhik al-Mubkî (lucu yang membuat nangis), yang diterbitkan oleh seorang nasrani. Ternyata dia memasukkan pengalaman ini di majalahnya. Tetapi aku tidak peduli dengan hal remah seperti ini, karena yang paling penting bagiku adalah waktu.”

Sumber: Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 47, hlm.51
Artikel www.KisahMuslim.com di publikasikan kembali oleh ALKARAKANIU.WORDPRESS.com

AL-BALKHI DAN SI BURUNG PINCANG

Alkisah, hiduplah pada zaman da hulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, bernama
Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat
zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bi n Adham dengan panggilan Abu Ishak.
Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat ke negeri orang untuk berdagang. Sebelum berangkat,
tidak ketinggalan ia berpamitan kepada sahabatnya itu. Namun belum lama al-Balkhi
meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia datang lagi. Sahabatnya menj adi heran, mengapa ia
pulang begitu cepat dari yang direncanakannya. Padahal ne geri yang ditujunya sangat jauh

lokasinya. Ibrahim bin Adham yang saat itu berada di masjid langsung bertanya kepada al-
Balkhi, sahabatnya. “Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau pulang begitu cepat?”
“Dalam perjalanan”, jawab al-Balkhi, “aku me lihat suatu keanehan, sehingga aku memutuskan
untuk segera membatalkan perjalanan”. Read more of this post

Kan Kucintakan Engkau dengan Lelaki Penuh Pesona Itu

>>Cintailah lelaki ini melebihi cintaku padamu dan akupun mencintainya melebihi cintaku padamu.
Inginku mengajak Anda memperkenalkan seorang laki-laki yang didamba surga. Dialah laki-laki yang ditinggalkan orang tuanya semenjak balita. Dialah lelaki padang pasir yang memiliki keistimewaan dan kesempurnaan yang sulit kutorehkan dengan kata-kata. Namun begitu, kuusahakan untaian kata-kataku ini mewakili ucapan-ucapan mereka yang pernah melihatnya, bersamanya dalam suka dan duka, mendengar tutur katanya sekaligus menyaksikan sosoknya yang begitu berbekas dalam jiwa.

Duh, tak sabar lagi pena ini menari untuk kawan dan memang untuk kawanlah kupersembahkan tentangnya..

>>Binar Indah Matanya
Lebar dan hitam kedua matanya nan berkelopak panjang. Bulu matanya amat letik menawan. Alisnya melengkung rapi bak bulan sabit Read more of this post

Ibuku sayang…

Kepada yg tercinta, bundaku yg kusayang

Segala puji bagi Allah… yg telah memuliakan kedudukan kedua orang tua, dan telah menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju surga.

Shalawat serta salam hamba -yg lemah ini- panjatkan keharibaan Nabi yg mulia, keluarga serta para sahabatnya hingga hari kiamat. Amin…

Ibu…

Aku terima suratmu yg engkau tulis dg tetesan air mata dan duka… aku telah membaca semuanya… tidak ada satu huruf pun yg aku sisakan.

Tapi tahukah engkau, wahai Ibu… bahwa aku membacanya semenjak shalat Isya’… Semenjak sholat isya’… aku duduk di pintu kamar, aku buka surat yg engkau tuliskan untukku… dan aku baru selesaikan membacanya setelah ayam berkokok… setelah fajar terbit dan adzan pertama telah dikumandangkan… Read more of this post

Taubatnya Seorang Perokok

Prolog

Ini adalah sebuah kisah yang dialami oleh seorang pria tua yang di anugerahi ketaatan oleh Alloh Ta’ala yang dengan ucapannya dapat merubah kebiasaan buruk seorang pemuda yang kecanduan merokok. Hingga akhirnya pemuda tersebut berubah drastis dari prilaku yang buruk dan menjadi pemuda yang sholih.

———————————————————————————————————————————————–

Pada suatu hari pria ini pergi ke sebuah klinik dokter, di klinik tersebut ia menunggu gilirannya. Diantara orang-orang yang menunggu itu ada seorang pemuda yang masih belia. Pemuda ini mengeluarkan rokok, ia memutarkan korek api dengan penuh gaya kemudian ia meletakkan rokok itu di bibirnya dan merokok dengan lahap. Read more of this post