Tajwid (Muqaddimah)

Segala puji kita panjatkan kepada Allah Ta `ala, Rabb semesta alam yang telah memberikan kita kemudahan dalam beribadah kepada dan tetap istiqomah pada sunnah. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, beserta keluarga, shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan kepada kita selaku umatnya.

Allah Ta`ala berfirman:

“Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya[1], mereka itu beriman kepadanya. dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al Baqarah:121)

Rasulullah Shallallahu `alaihi wassalam bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan yang mengajarkannya.” (HR. Bukhari, dari Utsman bin Affan)

Rasulullah Shallallahu `alaihi wassalam juga bersabda:

“Orang yang mahir membaca (dan menghafal) Alquran bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Orang yang membaca Alquran dengan terbat-bata lagi sulit (dalam membacanya) mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)

Membaca Alquran tidak seperti membaca kitab-kitab lain buatan manusia. Membaca Alquran harus sesuai dengan yang diperintahkan Allah Ta`ala dan dicontohkan oleh Rasul-Nya.

Allah Ta`ala berfirman:

“Atau lebih dari seperdua itu. dan Bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al Muzammil: 4)

Al Imam Ibnul Jazari Rahimahullah mengatakan:

Membaca Alquran dengan tajwid hukumnya wajib
Barang siapa yang tidak memperbaiki bacaan Alquran ia berdosa
Karenan dengan tajwidlah Allah menurunkan Alquran
dan demikian pula Alquran itu sampani kepada kita.

Berdasarkan dalil di atas, maka hendaknya kaum Muslimin mengupayakan semaksimal mungkin untuk memperbaiki diri mereka dalam  membaca Alquran. Oleh karena itu ilmu tajwid  merupakan ilmu yang sangat penting di pelajari oleh kaum Muslimin dan cara yang baik adalah dengan berguru kepada seorang yang ahli, sebagaimana Rasulullah Shallallahu `alaihi wassalam  pun langsung diajarkan oleh malaikat Jibril alaihisalam.

Catatan kaki:
[1]  Maksudnya: tidak merubah dan mentakwilkan Al Kitab (Alquran) sekehendak hatinya.

Disalin dari Kitab Metode Asy-Syafi’i 14 Langkah Cara Praktis Baca Alquran dan 20 Jam Ilmu Tajwid Praktis (Insya Allah)  karya Ustadz Abu Ya`la Kurnaedi, Lc dan Nizar Sa`ad Jabal, Lc. M. Pd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: