Monthly Archives: October 2012

Syaikh Al-Albani Naik Sepeda

Syaikh al-Albani -rahimahullah- bercerita:

“Setelah aku membeli sebidang tanah di luar kota, karena harga tanah di sana murah, aku langsung membangun sebuah rumah lengkap dengan toko. Setelah semuanya beres, aku baru sadar bahwa jarak antara rumahku dengan perpustakaan azh-Zhahiriyyah yang sering aku kunjungi lumayan jauh. Dahulu aku bekerja satu atau dua jam di tokoku sebelum perpustakaan itu dibuka.

Kemudian aku membeli sebuah sepeda, sementara itu baru pertama kali penduduk kota Damaskus menyaksikan pemandangan langka seperti ini, yakni seorang Syaikh bersorban naik sepeda. Wajar saja mereka langsung heran dengan pemandangan ini. Dan pada waktu itu juga ada sebuah majalah yang bernama al-Mudhhik al-Mubkî (lucu yang membuat nangis), yang diterbitkan oleh seorang nasrani. Ternyata dia memasukkan pengalaman ini di majalahnya. Tetapi aku tidak peduli dengan hal remah seperti ini, karena yang paling penting bagiku adalah waktu.”

Sumber: Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 47, hlm.51
Artikel www.KisahMuslim.com di publikasikan kembali oleh ALKARAKANIU.WORDPRESS.com

Advertisements

Kupotret Rindu yang Tak Bertunas

Harus jujur kuakui, sulit bagiku tuk definisikan kata rindu. Namun kuserahkan saja jemariku menari untuk menyulam beberapa kalimat agar mengungkapkan apa yang kuketahui tentang rinduitu sendiri.

Siapapun berhak memberikan pandangan tentang rindu. Aku berpikir, kata rindu itu sendiri bersifat umum. Dan akan benar-benar bermakna serta bersifat khusus sekiranya disertai obyek yang dirindu. Obyek tersebut bisa nyata ataupun abstrak tergantung subyek atau sosok yang sedang merindu.

Tak salah pula sekiranya kututurkan bahwa rindu adalah sebuah kata kerja bagi hati. Ia bukanlah kata kerja bagi anggota badan yang walaupun anggota badan kerap kali tergerak untuk melakukan sesuatu sebagai respon dari rindu itu sendiri..

Rasanya sulit jua bagiku memandang rindu sebagai sebuah “penyakit”. Namun begitu, tak mudah pula kupandang rindu sebagai reaksi jiwa yang “sehat”. Bagaimana tak kuucap demikian, cobalah engkau rasakan atau bisa jadi detik ini sedang engkau rasakan letupan-letupan rindu yang bergejolak.

Percikan Rindu Di Sudut Hati
Awalnya, rindu mungkin masih tak “liar” dan sedang terlelap nyenyak di sudut ruang hati. Seiring detik berdetak, pemiliknya sering tak tersadar, angin sejuk dari manakah yang jadikan rindu itu terbangun. Tak pula diketahui, mimpi manakah yang jadikan rindu itu tiba-tiba terjaga. Read more of this post

Hukum Isbal

Bagaimana hukum Isbal (Melabuhkan/menjulurkan pakain lebih dari mata kaki)?
Oleh Syaikh Mustafha ‘Adawie

Simak jawaban selengkapnnya dari beliau dalam video berikut

Sumber: Youtube.com

Dimana Janggutmu Wahai Lelaki?

Janggut : Fardhu atau sunnah?
Oleh Sheikh Mus`ad Anwar

Simak jawaban selengkapnnya dari beliau dalam video berikut

Sumber: Youtube.com

Yang Menghalangi Antara Dirimu Dengan Taubat (Bagian 3-Selesai)

Oleh: Abdul Muhsin bin Abdur Rahman

Maka ketahuilah bahwa seorang itu mungkin saja berbuat dosa, namun ia akhirnya masuk surga karena dosanya itu. Tahukah kamu, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Yang demikian itu bisa saja terjadi karena ia melakukan sesuatu perbuatan dosa, namun ia menyesalinya, menangis karena perbuatan itu, dan ia malu terhadap Tuhannya, mendudukkan kepala di hadapan Tuhannya dengan hati yang hancur.

Dosa sedemikian inilah yang menjadikan kebahagiaan seorang hamba dan keberuntungannya, bahkan bisa jadi lebih bermanfaat dari berbagai macam kebajikan, karena taubatnya dari dosa ini telah menjadikannya masuk surga. Wahai pendamba surga, wahai orang yang takut akan siksa neraka, inilah sekelompok cerita orang yang telah bertaubat. Adakah engkau akan berjalan di
belakang mereka? Inilah sekumpulan orang-orang yang telah bertaubat, adakah hatimu bersama mereka?

Inilah orang yang memohon ampunan yang air matanya mengalir di wajah-wajah mereka. Adakah wajahmu juga basah oleh air mata yang menjadikanmu segolongan dengan mereka? Read more of this post