Menanti Hasil Kelulusan

Segala puji kita panjatkan kehadirat Allah Ta`ala yang telah memudahkan kita untuk beribadah kepadaNya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada kekasih tercinta Nabi Muhammad Shallaallahu `alaihi wassalam, keluarga, sahabat dan umat beliau yang senantiasa berpegang teguh dengan sunnahnya. Amma Badu

LULUS/TIDAK LULUS ada sebuah pernyaatan yang diharapkan oleh setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasional pada saat pengumuman kelulusan tepatnya tanggal 24 Mei 2012 nanti, Insya Allah. Ya, itu adalah pernyataan yang sangat di harapkan setelah perjuangan mereka selama 3 tahun. Harapan dan doa pun senantiasa terpanjatkan agar pada pengumuman mendapatkan hasil  terbaik yaitu semua siswa LULUS 100% dengan nilai yang sempurna dan hasil yang terbaik. Perasaan bahagia dan sedih akan melanda tatkala hasil belajar selama 3 tahun berbuah manis dengan kelulusan. Harapanpun menjulang tinggi dan kuat tatkala hasilnya berbuah manis. Harapan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan menggapai cita-cita.

Di sini kami tidak akan membahas tentang pernyataan yang menggembirakan tersebut (LULUS/TIDAK LULUS) akan tetapi kami ingin berbagi tulisan tentang pernyataan yang tidak menyenangkan pada saat pengumuman kelulusan kelak (LULUS/TIDAK LULUS).

LULUS/TIDAK LULUS, ya ini dia pernyataan yang akan kami bahas. TIDAK LULUS adalah pernyataan yang sulit diterima oleh peserta didik, orangtua dan pada umumnya pihak sekolah. Mengapa? Karena:

1. Bagi peserta didik ini adalah hal yang sulit untuk di terima, sulit di terima karena pengorbanan mereka selama 3 tahun mendapatkan hasil tidak baik yaitu TIDAK LULUS. Dan terkadang atau tidak sedikit dari peserta didik yang beranggapan bahwa hasil tersebut adalah akhir dari segalanya. Ya, akhir dari segalanya, akhir dari segala harapan, cita-cita dan impian mereka.

2. Bagi orangtua juga ini adalah hal yang sulit untuk diterima tatkala anaknya mendapatkan hasil yang tidak baik dalam ujian nasional yaitu TIDAK LULUS. Kenapa? Pengorbanan untuk biaya anaknya sekolah tentulah tidak sedikit yang di keluar. Dan pengorbanan yang banyak itu di bayar dengan kekecewaan yang luar biasa yaitu dengan TIDAK LULUS nya anak.

3. Kemudian bagi pihak sekolah juga adalah kabar yang tidak baik terkhusus bagi sekolah yang tiap tahunnya para peserta ujian nasional LULUS 100%. Kenapa? terkadang ada beberapa pihak entah itu dari sekolah sendiri atau dari pihak luar yang beranggapan bahwasannya itu adalah aib bagi sekolah yang membuat pandangan orang terhadap sekolah tersebut menurun (turun pamor).

Tiga point di atas adalah beberapa keluhan yang pernah kami dengar entah itu dari pemberitaan media ataupun secara langsung. Saudaraku, mari kita sama-sama belajar berprangsangka baik dengan  apapun hasil yang sudah kita dapat termasuk bila kita mendapatkan hasil TIDAK LULUS dari ujian nasional. Mari kita mulai belajar berprangsaka baik, dan kami mulai dengan pengantar dari firman Allah Ta`ala  dalam QS. Al-Baqarah: 216 untuk mengingatkan kita semua.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ini dia salah satu ayat pemberi kabar gembira tatkala kita tidak meraih apa yang kita dapatkan. Kenapa? Dalam ayat ini Allah Ta`ala telah menjelaskan bahwasannya boleh jadi seorang hamba itu beranggap baik terhadap sesuatu padahal ia amat buruk baginya dan boleh jadi seorang hamba membenci sesuatu padahal ia baik bagi dirinya. Kita bisa simpulkan, boleh jadi dengan hasil TIDAK LULUS ini kita bisa menjadi hamba Allah Ta`ala yang lebih baik lagi dan tegar, dan belum tentu mereka yang LULUS itu lebih baik dari yang TIDAK LULUS, akan tetapi semuanya kembali kepada kita. Bagaimana kita menyikapi semua masalah tersebut. Bila kita berbekal takwa dan keimanan, Insya Allah segala masalah akan teratasi dengan baik.

Kemudian, mari kita berikan afirmasi kepada diri kita sendiri bila mengalami hal tersebut

1. Bagi siswa, boleh jadi ini adalah ujian yang Allah Ta`ala berikan. Agar kita semakin baik beribadah kepadaNya. Ingatkah tatkala sebelum menghadap ujian, kita berdoa dan beribadah kepada Allah Ta`ala dengan penuh penghambaan dan pengharapan yang membuat Allah Ta`ala senang melihat kita. Adapun bila itu adalah adzab atas segala dosa kita yang Allah timpakan di dunia, maka bersegeralah menuju pertaubatan kepada Allah Ta`ala. Sungguh Allah Ta`ala selalu menginginkan kebaikan bagi hambaNya dan ini juga bukanlah akhir dari segalanya, bukan juga akhir dari cita-cita, harapan dan impian kita karena boleh jadi ini adalah awal kebaikan bagi kita, ya kebaikan bagi dunia dan akhirat kita. Maka janganlah mengeluh terlebih lagi menegur Allah Ta`ala, Naudzubillah. Mari kita sama-sama dengarkan nasihat berikut.

Salah seorang salafus shaleh berkata:

Aku heran dengan manusia yang tidak ridho dengan ketetapan SANG PENCIPTA terhadap dirinya, dia yang lebih mengetahui kemaslahatan dirinya ataukah SANG PENCIPTA.

Masya Allah, sebuah nasihat yang indah. Sungguh Allah Ta`ala tahu apa yang kita butuhkan, so jangan putus asa dari apa yang telah luput.

2. Bagi orangtua, Insya Allah. Segala pengorbanan yang telah di lakukan oleh ayah dan ibu kita tidak ada yang sia-sia. Semuanya pasti akan baik-baik saja dan menemukan titik terang,  semuanya kembali dari bagaimana kita meyikapinya. Oleh karena itu, mari kita sama-sama menjadi hamba Allah Ta`ala yang bertakwa. Bila hasil tersebut adalah suatu kesedihan yang di rasakan, mari kita sama-sama dengarkan nasihat berikut ini.

Segala kesedihan selain neraka adalah fana

Segala kesedihan selain neraka adalah fana, iya fana karena dunia ini hanyalah persimpangan kita bukan tempat kita. Bila kita sedih dengan hasil tersebut mengapa kita tidak sedih tatkala kita banyak lalai dalam peribadahan kepada Allah Ta`ala?

3. Bagi pihak sekolah, jangan takut bila nama sekolah menjadi kurang baik atau kurang di pandang (turun pamor) gara-gara peserta ujian nasional tidak LULUS 100%. Tidak ada yang harus di khawtirkan dengan omongan yang kurang baik, sungguh Allah Ta`ala tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan sekolah terkhusus untuk para guru. Tentunya dalam hal ini adalah pengorbanan yang baik bukanlah pengorbanan yang buruk. Kemudian di sinilah peran guru terkhusus untuk guru yang senantiasa memberikan motivasi dan masukan yang baik. Buktikan bahwasannya ibu/bapak guru bisa memberikan motivasi terhadap kegagalan tersebut dan menjadikan kegagalan terebut sebagai ladang kesuksesan.

Itu adalah beberapa afirmasi yang kami sampaikan. Sungguh masih banyak lagi afirmasi yang lebih baik, diri sendirilah yang  bisa membuat afirmasi yang lebih baik dari apa yang telah kami cantumkan.

Ini adalah sedikit tulisan kami, yang kami tujukan untuk semua pihak terkusus untuk diri kami pribadi.  Bila ada yang bertanya, “Kalian begitu mudahnya mengatakan ini dan begitu, apakah kalian sudah merasakannya? Bila tidak mengapa kalian menulis tulisan ini?”. Masya Allah, ini adalah pertanyaan yang bagus. Maka dengan izin Allah Ta`ala kami menjawab,”Alhamdulillah kami tidak pernah merasakan apa yang telah kami tuliskan di atas, entah itu pada saat kami di tingkat SD, SMP atau SMK dan semoga dalam tingkatan selanjutnya juga. Allahumma Aamiin. Kami sengaja menulis tulisan ini, selain menjalankan kewajiban kami yaitu untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan, kesabaran dan amal sahalih seperti yang telah Allah Ta`ala firmankan dalam QS. Al Ashr (1-3). Selain itu juga kami berharap tatkala kami berada di posisi seperti apa yang telah kami tuliskan atau semisalnya, kami berharap ada yang memberikan kami nasihat, seraya berkata kepada kami, “Wahai, saudaraku bertakwalah kepada Allah Ta`ala, sungguh Allah Ta`ala senantiasa menolong hamba-hambaNya yang bertakwa.

Kami berdoa kepada Allah Azza Wajalla, Rabb semesta alam. Semoga Allah Ta`ala memberikan hasil yang terbaik pada saat pengumuman tanggal 24 Mei 2012 nanti yaitu LULUS 100%. Allahumma Aamiin

Di akhir tulisan ini kami akan bawakan sebuah hadist  untuk memotivasi kita semua

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Semoga Allah Ta`ala senantiasa memberika kita semua taufik dan hidayah-Nya. Allahumma Aamiin.

—————————————————————————–

Disempurnakan di Jakarta,
16 Jumadil Akhir 1433 H bertepatan dengan 7 Mei 2012
Penyusun: Anggi Setiana
Artikel: ALKARAKANIU.WORDPRESS.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: