Yang Menghalangi Antara Dirimu Dengan Taubat (Bagian 1)

Oleh: Abdul Muhsin bin Abdur Rahman

Dalam renungan kedua ini kita akan mengkaji sebuah ayat yang apabila iblis mendengarnya, ia akan segera menangis dan menyesal. Sebuah ayat yang menyenangkan hati orang berdosa yang telah bertaubat, ajakan bagi orang yang lalai dan berlebih-lebihan agar segera berhenti dari perbuatannya itu.

Mari kita baca bersama-sama membaca ayat tersebut,

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (Ali Imran: 135-136)

Saudaraku yang tercinta, siapa di antara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Siapa di antara kita yang tidak pernah bersalah terhadap Tuhannya? Dan apakah engkau mengira, kesalahan-kesalahan kita hanya kita sendiri yang melakukannya dan belum pernah dilakukan orang lain?

Sama sekali tidak. Sehari pun kita tidak bisa seperti malaikat yang sama sekali tidak pernah berbuat maksiat terhadap Allah dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Akan tetapi kita adalah manusia yang sangat mungkin berbuat kesalahan. Setiap hamba Allah yang shalih yang pernah engkau temui, pastilah ia pernah berbuat kesalahan dan dosa.

Ibnu Mas’ud berkata kepada para sahabatnya yang mengikutinya, “Kalau kalian mengetahui dosa-dosaku, tentulah kalian akan melempariku dengan batu.”  Rasulullah bersabda,

Jikalau kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menggantikanmu dengan suatu kaum yang pernah berbuat dosa, hingga mereka memohon ampunan dan Allah mengampuni mereka. (HR. Muslim).

Kita tak akan luput dari kesalahan-kesalahan tersebut bahkan kita tidak bakal terhindar darinya. 1

Karena itu, marilah kita usir setan dengan istighfar yang bersumber dari hati kita atas kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kita yang telah lalu.

Marilah kita perbaiki taubat kita kepada Allah. Hendaknya taubat kita benar-benar bersumber dari hati yang bersih, hingga sesuai dengan firman Allah,

Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (Al-A’raf: 23).

Dan seorang penyair berkata,

Wahai Dzat tempat berlindung segala harapan
dan perlindungan dari segala yang menakutkan
manusia tidak mampu membetulkan tulang yang Engkau patahkan
dan tidak kuasa meretakkan tulang yang Engkau betulkan.

Ketahuilah wahai orang yang semoga dijaga oleh Allah, bahwasanya Rasulullah yang telah terpelihara dari dosa, masih bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan-Nya dalam sehari lebih dari seratus kali.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata,

Terhitung dari Rasulullah sebelum berdiri dari satu majlis, beliau mengucapkan seratus kali,

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Pengampun. 2

Sedangkan kalian wahai orang yang telah berlebihan dalam berbuat dosa dan maksiat, hingga sebagian dari taubatnya bila ia bertaubat. Saya katakan kepada kalian, jangan khawatir, pintu taubat masih terbuka untuk kalian semua.

Saya katakan ini kepada kalian dari lubuk hati yang mengharapkan kebaikan atas diri kalian dan orang-orang semacam kalian. Dengarkanlah, Allah telah menyeru kepadamu dalam firman-Nya,

Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Rabb-mu, dan berserah dirilah kepada-Nya. (Az-Zumar: 53-54).

Justru ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya Allah senang dengan taubatmu.

“Allah sangat senang dengan taubat hamba-Nya di kala bertaubat dari pada salah seorang di antara kalian sedang naik kudanya di tanah yang tandus. Kemudian kuda itu lemarikan diri dengan membawa perbekalannya, berupa makanan dan minuman, hingga ia berputus asa.

Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan merebahkan dirinya di bawah naungan pohon dan sudah dihinggapi putus asa memikirkan kudanya. Di saat ia kalut seperti itu, tiba-tiba kudanya sudah berdiri di hadapannya. Dengan segera ia mengambil tali kekangnya, dan dengan gembira ia berkata,

Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhan-Mu.”

Ia salah ucap karena kegembiraannya meluap. 3

————————————————————————————

Catatan Kaki:
1. Dari kaset Risalah minal Qalb, Syaikh Abdul Wahhab At-Thurairi.
2. HR. At-Tirmidzi, ia berkata “Hadits ini adalah hasan shahih.”
3. HR. Bukhari dan Muslim.

————————————————————————————

Disalin dari terjemahan kitab “Fasatadzkuruna ma Aqulu Lakum”, edisi Indonesia “Bagaimana Bila Ajal Tiba” oleh Abdul Muhsin bin Abdur Rahman, Darul Haq, hal. 38 – 52.

Sumber: Kompilasi Artikel dan Tanya Jawab An-Najiyah

One response to “Yang Menghalangi Antara Dirimu Dengan Taubat (Bagian 1)

  1. fi sabilillah August 31, 2012 at 11:12 pm

    sesungguhnya allah swt cinta dg orang” yg bertaubat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: