Mandi 5 Kali Sehari

Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Siapakah di antara kita yang mandi lima kali dalam sehari? Saya pikir, orang paling bersih pun, maksimal mandi tiga kali dalam sehari. Mengapa rata-rata dari kita, membutuhkan mandi hanya dua kali dalam sehari? Sebab jumlah itu telah cukup untuk membersihkan daki kotoran di tubuh kita. Namun, bagaimana halnya jika kotoran yang ada tidak bisa dibersihkan kecuali dengan mandi lima kali sehari?! Tentunya, mau tidak mau, kita harus melakoninya. Ini bagi mereka yang peduli dengan kebersihan dirinya. Adapun yang tidak, ya akan tetap merasa nyaman dengan kotoran tebal tersebut.

Ngomong-ngomong, adakah kotoran yang tidak bisa dibersihkan kecuali dengan ‘mandi’ lima kali dalam sehari? Ada! Yaitu: dosa-dosa kita! Cara membersihkannya dengan shalat lima kali dalam sehari.

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟” قَالُوا: “لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ” قَالَ: “فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا”


“Jika ada seorang yang mandi di sungai depan rumahnya lima kali setiap harinya, menurut kalian apakah akan tersisa kotoran di tubuhnya?”.
Para sahabat menjawab, “Tidak tersisa sedikitpun!”. Beliau menimpali, “Itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah akan menghapuskan dosa-dosa”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

 Wah, enak sekali ya jika begitu! Betul! Itulah kemurahan dari Allah ta’ala. Namun demikian perlu diingat bahwa shalat yang bermanfaat untuk menghapuskan dosa bukanlah sembarang shalat. Namun shalat yang ‘sempurna’, yang kriterianya telah diingatkan Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam antara lain dalam sabdanya,

“مَا مِنْ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا؛ إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنْ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ”


“Setiap muslim yang menjumpai shalat wajib lalu ia menyempurnakan wudhunya, khusyu’nya dan ruku’nya, niscaya shalat tersebut akan menghapus dosa-dosanya yang telah lampau, selama ia tidak melakukan dosa besar. Dan keistimewaan ini akan terus ada selamanya”.
HR. Muslim dari Utsman radhiyallahu’anhu.

Maka, setiap muslim yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah kelak, seyogyanya dari sekarang ia membersihkan dirinya di dunia, sebelum kelak di akhirat dibersihkan di neraka.

Sebab hanya orang-orang yang bersihlah yang kelak akan dekat dengan Allah.1 Sebagaimana yang telah diisyaratkan dalam firman-Nya,

“يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ . إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya: “Pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. QS. Asy-Syu’ara: 88-89.

@ Pesantren “Tunas Ilmu”, Kedungwuluh Purbalingga, 12 Rabi’uts Tsani 1433 / 15 Maret 2012


Baca: Ikhtiyâr al-Aulâ fî Syarh Hadîts Ikhtishâm al-Mala’ al-A’lâ karya Imam Ibn Rajab, sebagaimana dalam Majmû’ah Rasâ’il al-Hâfizh Ibn Rajab al-Hambaly (IV/30).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: