Dunia dan Akhirat harus seimbang?

Pertanyaan:
Ustadz, banyak dai yang menganjurkan untuk menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, sebenarnya bagaimana kita memberikan porsi untuk dunia dan akhirat, apakah harus diseimbangkan?

Jawaban:
Tidak benar itu, dunia dan akhirat tidak boleh diseimbang. Tidak benar orang mengatakan,”Hiduplah engkau dengan dunia seakan-akan engkau hidup selama-lamanya dan carilah akhirat seakan-akan esok engkau mati”, itu tidak benar hadist Rasulullah. Tidak ada istilah seimbang itu, semua yang kita kerjakan di dunia ini harus kita arahkan untuk akhirat. Jadi dunia untuk akhirat tidak ada dunia untuk dunia. Kita berletih, kita bekerja, kita belajar dan semuanya itu untuk akhirat bukan untuk dunia. Merugi orang-orang yang meniatkan pekerjaan hari-harinya yang mubah baginya untuk dunianya, merugi tidak pernah ia niatkan untuk akhirat. Saya bekerja, berletih, mencari usaha, berdagang atau apapun bentuknya dari pekerjaan yang mubah saya harus niatkan itu untuk Allah Azzawajalla. Jadi tidak ada yang namanya menyeimbangkan dunia dan akhirat, yang ada adalah dunia saya untuk akhirat saya. Nah kalau seandainya seperti ini akan jalan hidup. Ketika seseorang membuat kaidah dunia saya untuk akhirat berarti dunianya tidak boleh berlawanan dengan akhirat, kalau seandainya bertentangan antara kehendak dunia dan akhirat maka apa yang harus ia lakukan setelah meletakkan kaidah ini? maka ia tinggalkan dunianya.

Dijawab Oleh Ust Armen Halim Naro Rohimahullah
Audio Tanya-Jawab: muslim.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: