Cintailah Orangtuamu…

Untuk Anakku yang Mulya …

Ketika datang suatu hari nanti engkau dapati aku tua renta,
Aku berharap engkau bisa bersabar dan berusahalah memahami diriku.
Apabila kelak ketika aku tua,  pakaian ku kotor ketika makan,
Apabila aku tidak bisa mengenakan pakaian ku seorang diri.
Ingatlah saat-saat dahulu aku lalui hari-hariku untuk mengajari mu makan dan mengenakan pakaian

Apabila aku berbicara kepadamu anakku, dan aku ulang kalimat yang sama berulang kali sampai,
beribuan kali, jangan jemu, jangan bosan, jangan putus kata-kataku, cobalah diam, dengarkan kalimat-
kalimat yang aku ulangi dan ingatlah ketika engkau kecil wahai anakku engkau sering bertanya dan
mengulang-ngulang dengan pertanyaan yang sama, aku jawab dengan lapang dada sampai engkau
akhirnya paham segala sesuatu.

Ketika kelak di hari-hari tuaku, aku tidak mau lagi mandi kecuali di paksa jangan sakiti aku dengan kata-
katamu dan jangan permalukan aku di depan orang. Ingat dulu,  aku mengejar-ngejarmu untuk
memandikanmu dan aku berikan engkau berbagai janji menyenangkan hatimu agar engkau mau mandi.
Anakku, ketika kelak, engkau melihatku tidak lagi sanggup mengikuti perkembangan zaman dan
teknologi yang modern ini, cukup beri aku waktu yang cukup, jangan lihat aku dengan senyumanmu
yang cemooh.

Ingatlah, bahwasannya aku yang mengajarkanmu banyak hal, bagaimana engkau makan, bagaimana
engkau berpakaian, bagaimana engkau menghadapi kehidupan, aku mengajarkan semua padamu.
Anakku, ketika kelak aku kehilangan ingatanku atau tutur kataku tidak lagi teratur, berika aku waktu
yang cukup untuk mengingat kata yang akan aku sampaikan dan apabila aku tidak sanggup lagi, jangan
hilang kesabaranmu walupun apa yang aku sampaikan itu bukan pembicaraan yang penting.

Engkau wajib diam untuk mendengarkanku nak,
Apabila kelak di hari tua ,aku mau makan, jangan paksa aku dengan kasar, ketika lapar aku akan makan
sendiri.

Ketika nanti aku tidak sanggup lagi berjalan dengan kedua kaki yang sudah mulai lemah ini, ulurkanlah
tanganmu wahai anakku, bimbinganlah aku dengan cinta dan kasih sayang yang sama sebagaimana dulu
aku mengajarimu berjalan.

Ketika kelak datang saat aku berkata kepadamu anakku bahwa “Aku rindu padamu untuk bertemu
denganmu, jangan engkau bersedih, janganlah engkau menangis ”
Suatu hari engkau akan paham, berusahalah untuk memahamiku bahwasannya umurku sekarang telah
dekat  ke puncak ujungnya, masa-masaku sudah pasti akan berakhir, suatu hari kelak akan tersingkap
bagimu, bahwasannya betapun salahku padamu bahwa aku ibumu yang menginginkan kebaikan
untukmu.

Semua ini aku lakukan untukmu, aku telah berusaha melapangkan, membentangkan jalan untuk
kehidupanmu, bantu aku untuk berjalan, bantu aku untuk melalui jalan tersebut dengan cinta dan
kesabaran seperti dahulu aku selalu lakukan untukmu , wahai anakku. Bantu aku, wahai anakku untuk
sampai ujung hidupku, akhir hidupku dengan tentram dan selamat.

Aku berharap engkau tidak merasakan kesedihan dan aku berharap engkau tidak meratapi kepergianku
kelak, maka berdirilah di sampingku, damping aku di saat meninggalkan dunia ini, seperti dahulu aku
bersamamu di saat engkau memulai kehidupanmu, peluklah aku sebagimana aku memelukmu di waktu
kecil.

Aku Mencintaimu, wahai Anakku…

(Disadur dari kajian Ustadz Abu Zubair Al-Hawaary, Lc)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: